Satu Puisi oleh TS Pinang

Spasi Hijau

sepanjang usia kota kami, kian renta ia dengan keriput di wajahnya. uban berwarna abu di dinding-dinding gedung, kaki-kaki jembatan, dan serabut retakan serupa selulit di kulitnya yang bangka.

sepanjang usianya kota kami menjadi halaman yang kian penuh tulisan. berjejalan di spanduk-spanduk, rambu-rambu, graffiti dan pamflet-pamflet. bergelantungan di tiang-tiang telefon dan papan-papan reklame. tulisan yang diketik serba tergesa, seperti sajak yang kian jenuh kata-kata, tulisan yang semakin tumpul, semakin pejal, semakin berat dan rapat.

wajah kota kami yang uzur itu seperti luntur. warna coklat lumpur sawah yang kian tergusur ke pinggir ingatan, berganti bedak tebal dan polesan stabilo yang menegaskan setiap kata dengan setiap warna. wajah tua yang kian genit dan semakin memuakkan, merebus dendam di dada kami diam-diam. kesumat rindu pada sebidang spasi berwarna hijau, tempat kami berwudu dari elektron kemarau.

 

 

 

TS Pinang, lahir di desa Semirejo, Pati, 1971. Puisi dan eseinya dimuat di beberapa antologi bersama seperti Graffiti Gratitude: Sebuah Antologi Puisi Cyber (YMS, 2001), Filantropi (Divisi Sastra FKY XIII, 2001), antologi esei Cybergraffiti (YMS, 2001), Bumi Manusia 1: Ini Sirkus Senyum (Bumimanusia, 2002), Cyberpuitika (YMS, 2002), Dian Sastro for President! (AKY, 2002), Dian Sastro for President!#2: Reloaded (AKY, 2003), Les Cyberlettres (YMS, 2005), Jogja 5,9 Skala Richter (KSI-Bentang, 2006), Tongue In Your Ears (FKY XIX-FKYPressPlus, 2007), 60 Puisi Indonesia Terbaik (Gramedia-Anugerah Pena Kencana, 2009), beberapa koran nasional seperti Republika, Kompas, Jurnal Nasional, Koran Tempo, jurnal BlockNot Poetry, majalah sastra Horison dan beberapa milis maupun situs sastra di internet.

Beberapa puisinya juga pernah dibacakan di Radio Suara Jerman Deutsche Welle dan RRI Nusantara II Yogyakarta. Buku puisinya berjudul Kunci (Omahsore, 2009).

Saat ini bekerja dan tinggal di Yogyakarta. Email: tspinang [at] yahoo [dot] com.

Foto oleh Mikael Johani