Tujuh Puisi oleh Ratri Ninditya

rencana

senin beraduk pecah di kepala. mengurutkan rencana masa depan dari yang paling tidak realistis sampai yang paling mistis. terbangun di sebuah kotak berdua denganmu. memeluk guling usang. jam delapan pagi. tetap gelap. gelap yang panjang.

 

 

 

rust

Turn off alarm clock, [absen, fingerprint], check BB, snooze ‎BB alarm, turn off ‎BB alarm, towel, shower cap, shower, ignore kancut, ignore busikan on upper arm, brush teeth, behel, wash face, towel, dirty clothes into laundry basket, deodorant stick, loose jeans, tshirt, keys, door, gate, tetangga main pingpong, tukang roti, angkot 11, a girl in the uniform, rush to the busway stop, wait, [absen, fingerprint], an arabic man with huge jenggot and abu-abu dress, then a bus comes empty, transit di kuningan timur, many available busses here, gandeng, out, cross the street, 2 policemen with masks, enter main gate, pasutri india lari pagi, bule bersepeda lipet, absen, fingerprint finally, breakfast from the nestle coffee machine, sleep on the couch.

Turn off alarm clock, [absen, fingerprint], check ‎BB, snooze ‎BB alarm, turn off ‎BB alarm, towel, shower, cuci rambut, cuci kancut, ignore busikan on upper arm, brush teeth, behel, wash face, towel, dirty clothes into laundry basket, jemur kancut, deodorant stick, loose jeans, tshirt, keys, door, gate, tetangga main pingpong, beli roti, angkot 11, a girl in the uniform, rush to the busway stop, wait, [absen, fingerprint], an arabic man with huge jenggot and abu-abu dress, then a bus comes empty, transit di kuningan timur, many available buses here, gandeng, out, cross the street, 5 policemen, enter main gate, pasutri india lari pagi, bule bersepeda lipet, absen, fingerprint finally, breakfast from the nestle coffee machine, sleep on the couch.

Turn off alarm clock, [absen, fingerprint], check ‎BB, snooze ‎BB alarm, turn off ‎BB alarm, towel, shower cap, shower, cuci kancut, brush teeth, behel, wash face, towel, dirty clothes into laundry basket, deodorant stick, loose jeans, tshirt, keys, door, gate, tetangga main pingpong, bear brand at alfa mart, angkot 11, a girl in the uniform, rush to the busway stop, wait, [absen, fingerprint], an arabic man with huge jenggot and abu-abu dress, then a bus comes empty, transit di kuningan timur, many available busses here, gandeng, out, cross the street, 1 polwan, enter main gate, bule bersepeda lipet, absen, fingerprint finally, soyfresh malt flavored, machine, sleep on the couch.

Turn off alarm clock, [absen, fingerprint], check ‎BB, snooze ‎BB alarm, turn off ‎BB alarm, towel, shower, cuci rambut, ignore kancut, brush teeth, behel, wash face, towel, dirty clothes into laundry basket, deodorant stick, loose jeans, tshirt, keys, door, gate, tetangga main pingpong, tukang roti, angkot 11, a girl in the uniform, rush to the busway stop, wait, [absen, fingerprint], arabic women in abu-abu dress, then a bus comes empty, transit di kuningan timur, many available busses here, gandeng, out, cross the street, 2 policemen with masks, enter main gate, pasutri india lari pagi, bule bersepeda lipet,absen, fingerprint finally, kopi aroma and pastel anget, sleep on the couch.

Turn off alarm clock, [absen, fingerprint], check ‎BB, snooze ‎BB alarm, turn off ‎BB alarm, towel, shower cap, shower, wash kancut, brush teeth, behel, wash face, towel, dirty clothes into laundry basket, deodorant stick, loose jeans, tshirt, perfume, keys, jemur kancut, door, gate, tetangga main pingpong, tukang roti, angkot 11, a girl in the uniform, rush to the busway stop, wait, [absen, fingerprint], an arabic man with huge jenggot and abu-abu dress, then a bus comes empty, transit di kuningan timur, many available busses here, gandeng, out, cross the street, 2 policemen with masks, enter main gate, pasutri india lari pagi, bule bersepeda lipet, absen, fingerprint finally, soyfresh strawberry flavored, sleep on the couch.

 

 

 

i remember when

Di sepatumu ada disko dan restoran jepang melawai yang terbenam. Lebih karena syalmu mengingatkanku pada buku tua dan keringatmu marathon di punggung itu. Lebih karena tujuh belas bulan di dalam sangkar emas. Lebih karena aku sudah tidak bisa mengingat apa-apa selain cahaya belasan tahun di antara bibirmu, san miguel, dan kemang remang-remang.

 

 

 

when i waited

tiba-tiba aku memikirkan stasiun kereta tua. dan orang-orang yang bersandar di pilar-pilarnya sambil merokok. di peron para pendatang bermunculan dari asap, turun dari kereta yang tak kasat mata. sesaat mereka tak ada, sesaat kemudian mereka ada. orang yang pergi pun begitu. menghilang ditelan peron.

aku memikirkan senyum yang merekah perlahan dari mereka yang bersandar itu. penuh rindu-rindu sementara. mereka lalu pulang ke rumah sementara, dengan dapur kecil dan ranjang kecil dan pintu yang setinggi tingginya sendiri. sinar matahari menyelip lewat jendela-jendela bulat. dan ketika rindunya sudah tidak jadi rindu lagi mereka sudah lupa apa saja yang mereka lakukan di sana. mereka pergi kembali ke stasiun kereta tua. menghilang ke dalam asap. kembali entah kapan.

 

 

 

kebun yang hilang

apakah aku terbang atau apakah pepohonan ini menelanku tenggelam selamanya di sini seperti masuk surga, tidak apa-apa. air bergemuruh dan berputar mereka ada di dalam telingaku, di dalam kepalaku saja selamanya. sayup-sayup nyanyian tua perlahan hilang, hilang begitu saja, mereka menyanyi. di sebelahnya orang-orang terlelap, ditelan air.

 

 

 

makin hari makin sedikit kata yang tersisa

berdiri sendirian malam-malam di parkiran ragunan itu enak. pohonnya besar-besar dan tinggi dan mengayun pelan saat ditiup angin. belakangnya langit ungu kehitaman, urat menyala menghias angkasa. di antara kegelapan ada lelaki dan perempuan menunggu sendirian di dalam mobil. wajah mereka terang, lelah, penuh rahasia. malam selalu panjang di kota yang naas*.

*kata naas dicuri dari Bima waktu kita ngobrolin busway jalur kuningan.

 

 

 

tanpa judul

ada bola bowling hitam dan berat di atas perutku tiap malam ia merembes melewatiku lalu bersarang di bawah tempat tidur.

 

Ratri Ninditya, menulis puisi di waktu luang dan waktu kepepet sambil bekerja di sebuah perusahaan iklan. Tinggal di Jakarta dan Bogor. Puisinya pernah dimuat di antologi puisi What’s Poetry? (Henk Publica, 2012). Sedang merampungkan buku kumpulan puisinya sendiri untuk rilis tahun ini. Puisi lain dapat dibaca di blognya.

Foto oleh Festi Noverini