Tujuh Puisi oleh Edo Wallad

aku terus berharap bisa menulis seperti kerouac aku terus berharap bisa menulis seperti kerouac atau setidaknya kelihatan menarik hanya dengan kaos putih seperti dia… jalanan kampung bali, cikini, dan gemerlap lampu kemang sudah kulalap agar bisa merasakan brooklyn, broadway, dan fifth avenue lalu terbang ke bali untuk sekelebat california aku terus berharap bisa menulis seperti […]

Read more "Tujuh Puisi oleh Edo Wallad"

Tujuh Puisi oleh Ratri Ninditya

rencana senin beraduk pecah di kepala. mengurutkan rencana masa depan dari yang paling tidak realistis sampai yang paling mistis. terbangun di sebuah kotak berdua denganmu. memeluk guling usang. jam delapan pagi. tetap gelap. gelap yang panjang.       rust Turn off alarm clock, [absen, fingerprint], check BB, snooze ‎BB alarm, turn off ‎BB alarm, […]

Read more "Tujuh Puisi oleh Ratri Ninditya"

Lapangan oleh Martin Glaz Serup | Terjemahan oleh Ratri Ninditya

Lapangan Ini adalah puisi tentang alam dan juga tentang banyak hal yang lain, banyak sekali hal lain dalam hidup ini. Tiga rumah kaca, kesibukan di dalam ruangan yang lembab, warna kuning pada embun di lapangan, apakah kau bisa merasakan apa yang dirasakan oleh lapangan itu, bagaimana kau membandingkan dirimu dengannya, dengan tempat yang seperti itu, […]

Read more "Lapangan oleh Martin Glaz Serup | Terjemahan oleh Ratri Ninditya"

Empat Puisi oleh René Char | Terjemahan oleh Mikael Johani

pergi kebun mimosa memenuhi punggung bukit di dekat desa itu. pada waktu panen, mungkin saja terjadi, di sebuah tempat tak jauh dari situ, kau menjumpai seorang gadis berbau harum, yang kedua tangannya telah sibuk seharian di antara ranting-ranting mimosa yang rapuh. seperti lampu yang meninggalkan aroma parfum, gadis itu berjalan gegas. matahari terbenam di punggungnya. […]

Read more "Empat Puisi oleh René Char | Terjemahan oleh Mikael Johani"